Postingan

Watu Gandul Dulu Primadona Kini Berasa Mistis

Gambar
Berada di desa sambongrejo, kecamatan Gondang, kabupaten Bojonegoro, Jawa Tmur. Memiliki pemandangan unik dan terjadi secara alami banyak yang penasaran dengan wisata satu ini. Adanya tumpukan batu yang berukuran besar yang tersusun cantik secara alami dan terdapat batu yang mengantung di antara batuan laginnya. Itulah mengapa disebut watu gandul dalam bahasa Jawa yang airtinya batu yang menggantung. Lokasinya yang harus melewati perkebunana jagung warga dan sepedah hanya bisa di parkiran di dekat motor para petani dan kita harus berjalan 10 menit menaiki bukit dan di tengah perkebunan warga. Tidak untuk pengunjung pengguna mobil. Karna kalian harus berjalan lebih jauh dari pertigaan desa. Lokasi ini ternyata masuk dalam kawasan Geopark di Bojonegoro. Sayangnya lokasi wisata ini sudah sepi dan jarang peminat lagi. Karena lokasi yang yang harus berjalan jauh jarang pengunjung yang merasa kelelahan. Kini lokasi ini sudah terbengkalai dan hanya saya dan teman saya yang mengunju...

Waduk Pedang Bukan Waduk yang Sebenarnya

Gambar
Banyak yang menyebut ini waduk tapi menurutku waduk itu gak sekecil ini, lebih cocok disebut embung sih. Tapi sebagaian warga juga menyebutnya dengan embung ada juga yang menyebutnya waduk. Memiliki sejuta potensi yang berguna sebagian masayarat sekitar. Memiliki panjang 100meter, lebar 100 meter, dan kedalaman 7 meter. Dibuat pada tahun 2012 dari dinas pengairan kabupaten Bojonegoro guna mencukupi pengairan kebutuhan persawahan warga. Yang utama adalah sebagai tadah air hujan saat musim penghujan, dan tidak akan kesulitan pengairan saat musim kemarau. Banyak yang mengisi embung tersebut dengan beberapa jenis ikan untuk hiburan memancing para warga setempat. Biasanya dihari minggu para warga memanfaatkan embung tersebut sebagi sarana refreshing keluarga. Terletak di desa Kepohkidul kecamatan Kedungadem, kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Tidak ada tiket masuk karna terletak di pinggir jalanan dari desa datu menuju desa lainnya tidak juga disediakan toilet. Tetapi  ada satu w...

Waduk Pacal dengan Pulau Kecil yang Bikin Penasaran

Gambar
Berada di 35 KM Bojonegoro di pinggiran jalana Bojonegoro-Nganjuk lebih tepatnya di desa kedungsumber, kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jawa Timur. Dibagun sejak 1924 dan diresmikan tahun 1933. Termasuk bangunan rasaksa dan peninggalan sejarah. Menjadi andalan para petani di 10 kecamatan bagian selatan Bojonegoro. Tak hanya sebagai sarana pengairan di desa. Waduk ini biasanya banyak pengunjung saat hari libur telah tiba. Jalanan kesini juga sejuk melewati hutan jati yang bagus untuk berfoto. Jalanan menuju waduknya sendiri sudah bagus. Saat musim hujan debit air melimpah seperti danau pada umumnya, dan yang menarik disini sebelah selatan waduk terdapat pulau kecil yang sungguh mentang untuk dijadikan lokasi camping. Sayangnya kata warga setempat pulau itu disakralkan karna jika kita memaksa untuk melakukan camping disana kalau ada apa-apa tidak bisa segera berlari ataupun menaiki perahu yang disediakan. Karna perahu hanya beroperasi saat wisata waduk dibuka dan sorepun sudah tutup....

Banyu Kuning, Airnya Tak Berarti Kuning

Gambar
Wisata baru dan masih dalam usaha perbaikan dengan ditambah tempat istirahat, toilet, kantin, dan mushola. Berada di desa krodonan, kecamatan Gondang, kabupaten Bojonegoro. Sudah ada papan penunjuk tentang lokasi ini, sayangnya papan penunjuk yang dipertigaan sudah rusak, jadi harus mengendalikan GPS dan jangan khawatir dekat lokasi masih ada baner penunjuk wisata. Potensi yang idapat adalah yang pertama adalah air yeng mengalir di sungai bentuk terjunan dari pipa-pisa yang dipasang seperti grojongan air pada umumnya. Yang kedua dibagian kana nada seperti kolam bisa juga disebut kubangan yang airnya muncul dari tanah seperti gelembung air yang keluar dari celah batuan sungai yang endapan tersebut diindikasi memiliki Besi Ferrum (Fe) yang kandungan sangat tinggi. Waktu saya kesana ada warga sekitar yang bisa disebut remaja karang taruna desa tersebut, salah satu dari mereka menjelaskan bahwa dulu kemungkinan ada aktivitas gunung vulkanik pada ratusan juta tahun yang lalu. Airny...

Waduk Prijetan yang Sepi tapi Masih Cantik

Gambar
Seluas 231 hektare di bangun pada masa jaman Belanda awal mula 1910 hingg1916 dan diresmikan pada tahum 1917. Waduk tersebut mengairi 4513 hetare sawah di 33 desa yang berada di kecamatan Kedungpring, Sugio, Modo. Untuk mendukung irigasinya waduk ini di dukung saluran primer yang mencapai 5176 meter dan saluran sekunder 21594 meter. Tidak hanya berfungsi sebagai pengairannya cocok utnuk dijadikan tempat wisata walau tidak seramai waduk gondang yang memiliki banyak fasilitas. Disini memang tidak disediakan mushola, rest area makan, bahkan tempat bermain anak-anak. Tapi beberapa lokasi terdapat bekas kapal dan perahu yang sudah terbengkalai. Dulu memang waduk ini semapat dijadikan lokasi wisata hanya berwisata berfoto dan menaiki perahu untuk mengelili waduk. Tetapi kini hanya digunakan warga sebagai pengairan sawah dan membawa hewan ternak seperti sapid an kamping untuk memakan rumput sekitar waduk. Bahkan hiburan warga sekitar waduk dengan memancing di pinggiran waduk. Bisa juga...

Waduk Gondang Paling Ramai di Kunjungi Setiap Saat

Gambar
Waduk yang menawarkan keindahan tersendiri di siang baik malam hari, punya banyak fasilitas dan bisa menikmati dengan berbagai kegiatan disini. Nama gondang sendiri di ambil karna berada di desa Gondang Lor, kecamatan Sugio. Kenikmatan langusng kan kita rasakan di kawasan waduk seluas 6.60 hektare itu. Banyak pepohonan yang membuat sejuk dan ingin berlama-lama disana. Fasilitas yang disediakan adalah parkir yang sangat luas, toilet, mushola, arena bermain, tempat untuk medirikan camping. Biasanya arena camping dipenuhi oleh kegiatan pramuka oleh sekolah-sekolah daerah lamongan. Disini tersedia kandang-kandang yang berisi burung juga ular sebagai hiasan. Di pinggiran dekat waduk banyak warung lesehan yang cock untuk menikmati angina sepoi yang berhembus dari arah waduk. Kegiatan lainnya juga kalian juga bisa dengan menaiki perahu juga bebek yang dikayuh. Untuk masuk kesini banyak parkir untuk motor sebesar 5000 rupiah. Dan untuk tiket masuknya sendiri perorang dewasa 5000 rupiah ...

Sumber Mata Air Krawak Jangan Sampai Terlewatkan

Gambar
Sebuah objek wisata alam yang airnya keluar dari celah bebatuan sungai yang sangat jernih. Berada di tengah hutan jati desa Guwoterus kecamatan Montong, Tuban. Sumber air ini mengalir sepanjang sungai untuk pengairan irigasi lahan persawahan warga sekitar. Hanya ada fasilitas warung satu-satunya disana. Ada banyak toilet dan ruang ganti bagi yang setekah bermain air. Biaya masuknya pun hanya 10.000 permotor. Tempat ini juga asyik untuk dijadikan area camoing bersama teman-teman. Bagi kalian yang berniat untuk berlibur kemari hal wajib yang kalian tau jika membawa kamera diusahakan membawa kamera underwater agar tidak rusak karena basah. Dan jika berlibur kesini jika membawa barang berharga harap dijaga dengan pengawasan pribadi. Karna waktu saya kesini kemarin ada seorang ibu-ibu yang mersa kehilangan handphone.